12 September 2022 - 03:16
Warga Khuzestan Iran turut Memberikan Pelayanan kepada Peziarah Arbain

Sejumlah warga dari berbagai kota di provinsi Khuzestan Iran menyediakan beberapa maukib (posko peristrahatan) dalam perjalanan peziarah Arbain menuju perbatasan Irak, salah satunya adalah maukib Abdullah Al-Razi yang berada di bagian Alwan Abdul Khan.

Menurut Kantor Berita ABNA, sejumlah warga dari berbagai kota di provinsi Khuzestan Iran menyediakan beberapa maukib (posko peristrahatan) dalam perjalanan peziarah Arbain menuju perbatasan Irak, salah satunya adalah maukib Abdullah Al-Razi yang berada di bagian Alwan Abdul Khan.

Hujjatul Islam wa Muslimin Rasul Bahadli, dalam sebuah wawancara dengan reporter ABNA mengatakan terkait mauib Abdullah al-Razi. Ia berkata, “Maukib ini terletak di rute perjalanan yang akan dilewati pesiarah Arbain Husaini menuju Irak, tepatnya di bagian Alwan Abdul Khan kota Karkheh, 70 kilometer dari perbatasan Chezabeh. Sarapan, makan siang dan makan malam akan disajikan, shalat berjamaah dan majelis duka Imam Husain adalah di antara program yang kami gelar di maukib ini.”

“Maukib di bagian Alwan Abdul Khan ini memulai aktivitasnya sekitar 10 hari sebelum Arbain dan aktivitas maukib ini berlanjut hingga tiga hari setelah Arbain, untuk tetap memberikan pelayanan kepada para peziarah yang kembali dari kota Karbala.” Terangnya. 

Bahadli juga mengatakan, “Dalam maukib Abdullah Al-Razi ini, juga akan ada program-program seperti mengadakan pertemuan yang berwawasan, menanggapi masalah dan keraguan Syariah, serta mengungkapkan pentingnya menziarahi Imam Husain as dan keutamaan ziarah ini dalam penjelasan para Imam Ahlulbait as.”

Disebutkan tahun ini, Hari Arbain jatuh pada Sabtu (17/9) dan saat ini jutaan peziarah domestik dan asing telah berangkat menuju Karbala. Hari Arbain adalah salah satu hari peringatan dalam Islam untuk memperingati 40 hari syahidnya Imam Husain as di Karbala. Peringatan Arbain diwarnai dengan tradisi berjalan kaki dari Najaf ke Karbala untuk menziarahi makam Imam Husain as. Warga Irak sendiri mentradisikan berjalan kaki mulai dari kampung halaman mereka meski dengan jarak ratusan kilometer untuk mencapai kota Karbala.